tugas mandiri teknik industri 1 kampus itbi milenial medan
Nama :nirwani zega
Jurusan:Teknik industri S1
Kelas :Pagi
🌹Pengantar Teknik Industri🌹
A.Satu jurnal yang berkaitan dengan perancangan dan pengukuran kerja dan di review (ringkasan dari jurnal).
Review Jurnal "PERANCANGAN SISTEM KERJA ERGONOMIS UNTUK MRNGURANGI TINGKAT KELELAHAN"
Nama : jhun tel
Npm : 33413766
Kelas : 3ld10
RESUME JURNAL
PERANCANGAN SISTEM KERJA ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN
💠PENDAHULUAN
Dengan tingkat permintaan yang semakin tinggi perusahaan harus mengeluarkan ide-ide inovatif dalam rangka meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia seoptimal mungkin untuk menghasilkan tingkat produk semaksimal mungkin baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu bagian yang penting dalam proses produksi adalah pengepakan produk jadi ke dalam dos. Untuk dapat melakukan proses pengepakan dengan baik, maka packer (operator) harus bekerja dalam kondisi nyaman. Tetapi kondisi aktualnya mereka merasakan keadaan yang menimbulkan keluhan subjektif dalam melakukan pengepakan, hal ini menyebabkan mereka cepat merasakan lelah dalam bekerja. Untuk mengoptimalkan tenaga kerja yang perlu diperhatikan adalah aspek manusia sehingga diperlukan alternatif yang meliputi perancangan tata letak peralatan kerja dan sarana kerja yang mendukung pekerja, sehingga mereka melakukan pekerjaannya secara rutin tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka perlu dibuat perancangan sistem kerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi yaitu suatu sistem kerja yang meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja.
🍁TUJUAN
Jurnal yang bertemakan “PERANCANGAN SISTEM KERJA ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN”memiliki tujuan penelitian sebagai berikut, yaitu :
1. Untuk mengindentifikasi dan mengetahui pengaruh sarana kerja dan posisi kerja terhadap kelelahan bagi operator di bagian pengepakan.
2. Mengetahui keluhan subjek (kelelahan operator) di bagian pengepakan dengan pendekatan pengisian kuesioner.
3. Untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam upaya mengurangi kelelahan kerja malalui pendekatan ergonomi.
🍁LANDASAN TEORI
Suatu sistem kerja terdiri dari elemen manusia, material, mesin, metode kerja dan lingkungan. Elemen-elemen tersebut saling berinteraksi sehingga dapat mempengaruhi performansi sistem tersebut.
Ergonomi merupakan pendekatan ilmiah interdisiplin dari penerapan prinsip-prinsip perilaku manusia untuk perancangan sistem manusia-mesin yang diarahkan pada penyesuaian terhadap mesin dan peralatan bantu, untuk memperbaiki performan dengan kondisi yang aman, nyaman, efisien, sehat dan selamat dalam bekerja.
Menurut seorang ilmuwan bernama DR. Roger W. Pease Jr. (Sander & Cormick, 1987) merekomendasikan defini dari ergonomi sebagai berikut: “Ergonomi adalah suatu aplikasi ilmu pengetahuan yang memperhatikan karakteristik manusia yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan dan penataan sesuatu yang digunakan, sehingga antara manusia dengan benda yang digunakan tersebut terjadi interaksi yang lebih nyaman dan efektif”.
Kegunaan dari penerapan ergonomi adalah untuk (1) Memperbaiki performasi kerja (menambah kecepatan kerja, keakuratan, keselamatan kerja dan mengurangi energi kerja yang berlebihan serta mengurangi kelelahan), (2) Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan “human error”, dan (3) Memperbaiki kenyamanan manusia dalam kerja
Anthropometri merupakan studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia yang secara luas dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang produk ataupun tempat kerja yang melibatkan manusia. Perancangan produk harus mampu mengakomodasikan populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangan tersebut. Sekurang-kurangnya 90% - 95% dari populasi dalam kelompok pemakai harus dapat menggunakannya dan didekati dengan distribusi normal.
Gejala kelelahan kerja adalah adanya perasaan lelah, penurunan kesiagaan, persepsi yang lambat dan lemah disamping penurunan kerja fisik dan mental. Kelelahan diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot adalah merupakan tremor pada otot (perasaan nyeri pada otot). Sedangkan kelelahan umum biasanya ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerjayang disebabkan karena monotoni, intensitas, lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, sebab-sebab mental, status kesehatan dan keadaan gizi ( Grandjean, 1993).
Byrd dan Moore (1986) menyatakan bahwa penurunan produktivitas kerja pada pekerja terutama oleh adanya kelelahan kerja. ILO (1983) mengutarakan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja adalah adanya monotoni pekerjaan ; adanya intensitas dan durasi kerja mental dan fisik yang tidak proporsional; faktor lingkungan kerja, cuaca dan kebisingan; faktor mental seperti tanggung jawab, ketegangan dan adanya konflik-konflik; serta adanya penyakit-penyakit, kesakitan dan nutrisi yang tidak memadai.
Pengukuran perasaan kelelahan secara subjektif dengan menggunakan IFRC (Industrial Fatige Research Committee) dari Jepang, yang merupakan salah satu pengukuran dengan menggunakan kuesioner, yang dapat mengindentifikasi tingkat kelelahan subjektif. Kuesioner tersebut berisi 30 daftar pertanyaan yang terdiri dari :
10 pertanyaan tentang pelemahan kegiatan :
1). Perasaan berat dikepala
2). Lelah seluruh badan
3). Berat di kaki
4). Menguap
5). Pikiran kacau
6). Mengantuk
7). Ada beban pada mata
8). Gerakan cangkung dan kaku
9). Berdiri tidak stabil
10). Ingin berbaring
10 pertanyaan tentang pelemahan motivasi :
11). Susah berfikir
12). Lelah untuk bicara
13). Gugup
14). Tidak terkonsentrasi
15). Sulit memusatkan perhatian
16). Mudah lupa
17). Kepercayaan diri berkurang
18). Merasa cemas
19). Sulit mengontrol sikap
20). Tidak tekun dalam pekerjaan
10 pertanyaan tentang gambaran pelemahan fisik :
21). Sakit di kepala
22). Kaku di bahu
23). Nyeri di punggung
24). Sesak nafas
25). Haus
26). Suara serak
27). Merasa pening
28). Spasme di kelopak mata
29). Tremor pada anggota badan
30). Merasa kurang sehat
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa kelelahan biasanya terjadi pada akhir jam kerja yang disebabkan karena berbagai faktor, seperti monotoni, kerja otot statis, alat dan sarana kerja yang tidak sesuai dengan anthropometri pemakainya, stasiun kerja yang tidak ergonomis, sikap paksa dan pengaturan waktu kerja –istirahat yang tidak tepat.
💠METODOLOGI
Penelitian ini mengunakan metode observasi dan dianalisis secara statistik deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengukuran responden yang telah ditetapkan. Wawancara yang dilakukan untuk mengetahui keluhan subjektif penggunan sarana kerja . Perioritas utama penelitian adalah indentifikasi masalah yang terjadi pada objek pengamatan, yakni pada sikap kerja dan sarana kerja secara umum dibagian pengepakan. Tahapan yang dilakukan:
1. Checklist Keluhan Pekerja Pembuatan checklist ini dilakukan untuk mengetahui hal – hal yang dirasakan atau dikeluhkan para pekerja
2. Data Antropometri Pekerja Data antropometri digunakan untuk menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat berkaitan dengan peralatan yang dirancang dan manusia yang akan mengoperasikan / menggunakan peralatan tersebut
3. Peta Aliran Proses Analisa aliran material akan berkaitan dengan analisa tata letak fasilitas untuk setiap aktivitas kerja yang dilakukan. 4. Peralatan Kerja yang Digunakan Peralatan kerja utama yang berhubungan adalah kursi kerja, konveyor, dan tempat untuk dos memasukkan produk (jig).
Ketiga peralatan inilah yang akan dilakukan penelitian berkaitan dengan keluhan yang dirasakan oleh pekerja.
RESUME JURNAL
PERANCANGAN SISTEM KERJA ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN
PENDAHULUAN
Dengan tingkat permintaan yang semakin tinggi perusahaan harus mengeluarkan ide-ide inovatif dalam rangka meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia seoptimal mungkin untuk menghasilkan tingkat produk semaksimal mungkin baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu bagian yang penting dalam proses produksi adalah pengepakan produk jadi ke dalam dos. Untuk dapat melakukan proses pengepakan dengan baik, maka packer (operator) harus bekerja dalam kondisi nyaman. Tetapi kondisi aktualnya mereka merasakan keadaan yang menimbulkan keluhan subjektif dalam melakukan pengepakan, hal ini menyebabkan mereka cepat merasakan lelah dalam bekerja. Untuk mengoptimalkan tenaga kerja yang perlu diperhatikan adalah aspek manusia sehingga diperlukan alternatif yang meliputi perancangan tata letak peralatan kerja dan sarana kerja yang mendukung pekerja, sehingga mereka melakukan pekerjaannya secara rutin tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka perlu dibuat perancangan sistem kerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi yaitu suatu sistem kerja yang meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja.
🍁TUJUAN
Jurnal yang bertemakan “PERANCANGAN SISTEM KERJA ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN” memiliki tujuan penelitian sebagai berikut, yaitu :
1. Untuk mengindentifikasi dan mengetahui pengaruh sarana kerja dan posisi kerja terhadap kelelahan bagi operator di bagian pengepakan.
2. Mengetahui keluhan subjek (kelelahan operator) di bagian pengepakan dengan pendekatan pengisian kuesioner.
3. Untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam upaya mengurangi kelelahan kerja malalui pendekatan ergonomi.
🍁LANDASAN TEORI
Suatu sistem kerja terdiri dari elemen manusia, material, mesin, metode kerja dan lingkungan. Elemen-elemen tersebut saling berinteraksi sehingga dapat mempengaruhi performansi sistem tersebut.
Ergonomi merupakan pendekatan ilmiah interdisiplin dari penerapan prinsip-prinsip perilaku manusia untuk perancangan sistem manusia-mesin yang diarahkan pada penyesuaian terhadap mesin dan peralatan bantu, untuk memperbaiki performan dengan kondisi yang aman, nyaman, efisien, sehat dan selamat dalam bekerja.
Menurut seorang ilmuwan bernama DR. Roger W. Pease Jr. (Sander & Cormick, 1987) merekomendasikan defini dari ergonomi sebagai berikut: “Ergonomi adalah suatu aplikasi ilmu pengetahuan yang memperhatikan karakteristik manusia yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan dan penataan sesuatu yang digunakan, sehingga antara manusia dengan benda yang digunakan tersebut terjadi interaksi yang lebih nyaman dan efektif”.
Kegunaan dari penerapan ergonomi adalah untuk (1) Memperbaiki performasi kerja (menambah kecepatan kerja, keakuratan, keselamatan kerja dan mengurangi energi kerja yang berlebihan serta mengurangi kelelahan), (2) Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan peralatan yang disebabkan “human error”, dan (3) Memperbaiki kenyamanan manusia dalam kerja
Anthropometri merupakan studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia yang secara luas dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang produk ataupun tempat kerja yang melibatkan manusia. Perancangan produk harus mampu mengakomodasikan populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangan tersebut. Sekurang-kurangnya 90% - 95% dari populasi dalam kelompok pemakai harus dapat menggunakannya dan didekati dengan distribusi normal.
Gejala kelelahan kerja adalah adanya perasaan lelah, penurunan kesiagaan, persepsi yang lambat dan lemah disamping penurunan kerja fisik dan mental. Kelelahan diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu kelelahan otot dan kelelahan umum. Kelelahan otot adalah merupakan tremor pada otot (perasaan nyeri pada otot). Sedangkan kelelahan umum biasanya ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerjayang disebabkan karena monotoni, intensitas, lamanya kerja fisik, keadaan lingkungan, sebab-sebab mental, status kesehatan dan keadaan gizi ( Grandjean, 1993).
Byrd dan Moore (1986) menyatakan bahwa penurunan produktivitas kerja pada pekerja terutama oleh adanya kelelahan kerja. ILO (1983) mengutarakan bahwa faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja adalah adanya monotoni pekerjaan ; adanya intensitas dan durasi kerja mental dan fisik yang tidak proporsional; faktor lingkungan kerja, cuaca dan kebisingan; faktor mental seperti tanggung jawab, ketegangan dan adanya konflik-konflik; serta adanya penyakit-penyakit, kesakitan dan nutrisi yang tidak memadai.
Pengukuran perasaan kelelahan secara subjektif dengan menggunakan IFRC (Industrial Fatige Research Committee) dari Jepang, yang merupakan salah satu pengukuran dengan menggunakan kuesioner, yang dapat mengindentifikasi tingkat kelelahan subjektif. Kuesioner tersebut berisi 30 daftar pertanyaan yang terdiri dari :
10 pertanyaan tentang pelemahan kegiatan :
1). Perasaan berat dikepala
2). Lelah seluruh badan
3). Berat di kaki
4). Menguap
5). Pikiran kacau
6). Mengantuk
7). Ada beban pada mata
8). Gerakan cangkung dan kaku
9). Berdiri tidak stabil
10). Ingin berbaring
10 pertanyaan tentang pelemahan motivasi :
11). Susah berfikir
12). Lelah untuk bicara
13). Gugup
14). Tidak terkonsentrasi
15). Sulit memusatkan perhatian
16). Mudah lupa
17). Kepercayaan diri berkurang
18). Merasa cemas
19). Sulit mengontrol sikap
20). Tidak tekun dalam pekerjaan
10 pertanyaan tentang gambaran pelemahan fisik :
21). Sakit di kepala
22). Kaku di bahu
23). Nyeri di punggung
24). Sesak nafas
25). Haus
26). Suara serak
27). Merasa pening
28). Spasme di kelopak mata
29). Tremor pada anggota badan
30). Merasa kurang sehat
Dari uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa kelelahan biasanya terjadi pada akhir jam kerja yang disebabkan karena berbagai faktor, seperti monotoni, kerja otot statis, alat dan sarana kerja yang tidak sesuai dengan anthropometri pemakainya, stasiun kerja yang tidak ergonomis, sikap paksa dan pengaturan waktu kerja –istirahat yang tidak tepat.
METODOLOGI
Penelitian ini mengunakan metode observasi dan dianalisis secara statistik deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengukuran responden yang telah ditetapkan. Wawancara yang dilakukan untuk mengetahui keluhan subjektif penggunan sarana kerja . Perioritas utama penelitian adalah indentifikasi masalah yang terjadi pada objek pengamatan, yakni pada sikap kerja dan sarana kerja secara umum dibagian pengepakan. Tahapan yang dilakukan:
1. Checklist Keluhan Pekerja Pembuatan checklist ini dilakukan untuk mengetahui hal – hal yang dirasakan atau dikeluhkan para pekerja
2. Data Antropometri Pekerja Data antropometri digunakan untuk menentukan bentuk, ukuran, dan dimensi yang tepat berkaitan dengan peralatan yang dirancang dan manusia yang akan mengoperasikan / menggunakan peralatan tersebut
3. Peta Aliran Proses Analisa aliran material akan berkaitan dengan analisa tata letak fasilitas untuk setiap aktivitas kerja yang dilakukan. 4. Peralatan Kerja yang Digunakan Peralatan kerja utama yang berhubungan adalah kursi kerja, konveyor, dan tempat untuk dos memasukkan produk (jig).
Ketiga peralatan inilah yang akan dilakukan penelitian berkaitan dengan keluhan yang dirasakan oleh pekerja.
🍁HASIL
Nama : jhun tel
Npm : 33413766
Kelas ; 3ld10
4.3. Peralatan Kerja yang Digunakan
Pekerjaan yang dilakukan oleh packer adalah pengepakan produk, sehingga peralatan kerja utama yang berhubungan adalah kursi kerja, konveyor, dan tempat untuk dos memasukkan produk (jig). Ketiga peralatan inilah yang akan dilakukan penelitian berkaitan dengan keluhan yang dirasakan oleh pekerja selama ini.
A. Tempat Duduk (Kursi Kerja)
Tempat duduk (kursi) yang digunakan pekerja saat ini mempunyai ukuran:
Tinggi kursi dari lantai = 500 mm
Kedalaman kursi = 370 mm
Lebar kursi = 360 mm
Tinggi sandaran = 180 mm
Tinggi pijakan kaki dari lantai = 100 mm
Jarak jangkauan tangan = 850 mm
B. Konveyor
Dalam perancangan ini baik konveyor 1 maupun konveyor 2 tidak akan dirubah dari segi dimensinya akan tetapi tempat duduk (kursi kerja) yang akan diubah ketinggiannya. Dalam proses pemindahan barang di mesin Gram Ria secara umum ada dua konveyor yang digunakan, yaitu:
Konveyor 1
Konveyor 1 ini berfungsi memindahkan produk ice cream dari mesin produksi (mesin pembungkus / wrapping) ke tempat proses pengepakan. Adapun ukuran dari konveyor saat ini adalah :
- Ketinggian permukaan atas konveyor (tempat produk) diukur dari lantai adalah 850 mm, hal ini disesuaikan dengan ketinggian konveyor dari mesin pembungkus yang mempunyai ketinggian 950 mm dari lantai.
- Lebar konveyor = 440 mm, hal ini dimaksudkan untuk memberikan tempat jatuhnya produk yang aman.
Konveyor 2
Konveyor 2 berfungsi untuk memindahkan produk ice cream yang sudah dilakukan pengepakan ke dalam dos menuju tempat untuk penyimpanan produk (gudang). Ukuran yang digunakan untuk konveyor 2 saat ini adalah :
- Ketinggian konveyor dari lantai = 1150 mm
- Lebar konveyor = 280 mm, hal ini supaya konveyor bisa dilalui dos produk hasil pengepakan yang mempunyai lebar 225 mm.
Hal ini karena ketinggian konveyor 1 sudah sesuai dengan ketinggian dari mesin produksi, Sedangkan kalau untuk merubah dimensi dari mesin produksi akan membutuhkan biaya yang mahal. Perancangan yang dilakukan untuk menyesuaian ketinggian kursi kerja dengan konveyor adalah sebagai berikut :
1. Ketinggian konveyor 1 sejajar tinggi siku pada posisi duduk. Berdasarkan prinsip sikap duduk yang baik maka ketinggian tempat kerja kira-kira 5 cm berada dibawah tinggi siku atau sejajar tinggi siku dari packer. Untuk menjamin seseorang yang berbadan tubuh kecil bisa menjangkau dengan baik maka digunakan percentil ke-5 dari ukuran tinggi siku. Sehingga jarak antara permukaan tempat duduk dengan siku adalah 163 mm. Dalam perancangan ini posisi tinggi siku diharapkan sejajar dengan ketinggian konveyor 1, maka total ketinggian siku dari lantai adalah 850 mm.
Dengan naiknya tinggi siku maka permukaan tempat duduk juga akan makin tinggi. Ketinggian permukaan tempat duduk dari lantai adalah :
Tinggi tempat duduk = Tinggi siku dari lantai – tinggi siku
= 850 mm - 163 mm
= 687 mm ≈ 690 mm
2. Maksimal jangkauan tangan harus bisa menjangkau ketinggian tepi konveyor 2 untuk meletakkan dos hasil pengepakan
Dalam kaitannya dengan gerakan menjangkau diperlukan batasanbatasan dari suatu daerah kerja horizontal untuk memastikan bahwa material atau peralatan kerja tidak ditempatkan diluar jangkauan tangan. Ukuran yang digunakan adalah percentile 5 agar seseorang dengan tubuh dan tangan pendek juga bisa menjangkau, sehingga ukuran yang digunakan adalah 664 mm ≈ 660 mm. Dengan berdasarkan ukuran jangkauan tangan tersebut maka ukuran tepi konveyor 2 dapat ditentukan supaya packer untuk meletakkan dos hasil pengepakan sesuai dengan jangkauan tangan.
Langkah perhitungan yang dilakukan adalah :
1. Menentukan Jarak antara tangan posisi horizontal dengan permukaan konveyor 2. Ukuran ini ditentukan dengan perhitungan :
= ukuran tinggi konveyor 2 – ukuran tinggi bahu packer
= 1150 mm – (Tinggi kursi + tinggi Bahu)
= 1150 mm – (687 + 502) mm = -39 mm
Hal ini berarti bahwa posisi tangan terentang ke depan secara horisontal berada 39 mm di atas konveyor 2, sehingga hal ini lebih memudahkan packer untuk meletakkan dos hasil pengepakan ke konveyor 2.
2. Menentukan Jarak total antara bahu packer dengan tepi konveyor 2Jarak ini ditentukan dengan menjumlahkan antara kedalaman kursi, lebar jig, dan lebar konveyor 1 sehingga:
- Jarak tepi kursi ke tepi konveyor 2 = 385 mm + 200 mm + 440 mm = 1025 mm
- Jangkauan tangan maksimal = 660 mm, sehingga seharusnya jarak antara kursi dengan tepi konveyor 2 juga 660 mm.
3. Menentukan jarak pergeseran konveyor 2 supaya sesuai jangkauan tangan.
- Jarak ini ditentukan dengan mengurangkan jarak total tepi kursi ke tepi konveyor 2 dengan jarak jangkauan tangan maksimal, sehingga :
- Jarak tepi konveyor 1 dengan konveyor 2 = 1025 mm – 660 mm = 365
C. Tempat dos untuk pengepakan (Jig)
Jig ini digunakan sebagai alat bantu untuk meletakkan dos yang akan diisi produk. Dengan penggunaan jig diharapkan pekerjaan yang dilakukan akan lebih cepat dan efektif. Untuk mengetahui kondisi pengepakan dan ukuran jig dan dos saat ini adalah :
Panjang jig = 300 mm
Lebar Jig = 200 mm
Tinggi Jig = 240 mm
Panjang dos = 280 mm
Lebar dos = 225 mm
Tinggi dos = 267.5 mm
🍁KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal:
1. Berdasarkan pengolahan data kuisioner, terjadi keluhan subjektif (operator), dengan kriteria hanya merasakan rasa nyeri sesekali saja, sering merasakan rasa nyeri, mengalami rasa pegal dan nyeri yang lama, yakni terasa pada lengan 12,4 %, terasa pada pinggang 12,4 %, terasa pada kaki (betis) 11,1 % . Atas keluhan yang dirasakan tersebut yang mengakibatkan pekerja (packer) cepat lelah.
2. Data antropometri yang akan digunakan adalah data hasil pengukuran terhadap pekerja yang bekerja di mesin gram ria tersebut. 3. Penerapan ergonomi untuk perbaikan sistem kerja dilakukan dengan perancangan ulang dari:
a. Tata letak fasilitas Berdasarkan pengamatan dan analisis yang dilakukan, tata letak fasilitas sekarang kurang baik dan memerlukan perbaikan karena menyebabkan perpindahan material lebih lama dan lebih sulit.
b. Peralatan kerja yang memerlukan perbaikan adalah kursi kerja dan Jig (alat bantu penempatan dos). Peralatan kerja yang sekarang tidak nyaman digunakan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerja, hal ini berdasarkan keluhan yang dirasakan oleh pekerja bahwa mereka sering merasa sakit di bagian lengan, pinggang, betis, tangan, dan bahu.
4. Adanya beberapa perbaikan kondisi kerja antara lain sbb: Adapun redomendasi yang ingin disampaikan oleh penulis hádala beberapa hal sbb:
1. Peralatan kerja seharusnya dirawat secara berkala agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
2. Dalam merancang sistem kerja dimana terjadi interaksi antara manusia dan mesin, hendaknya dimensi dari fasilitas kerja dibuat sesuai dengan dimensi tubuh manusia yang menggunakannya.
3. Pengujian ergonomi peralatan kerja saat ini kurang dilakukan, maka sebaiknya harus sering dilakukan pengujian atau penelitian.
SELESAI🙏😊
Komentar
Posting Komentar