tugas mandiri 2 pengantar teknik industri kampus itbi milenial medan

Nama : nirwani zega
Kelas  : pagi
Jurusan : industri s1



PERANCANGAN TATA LETAK ULANG (RELAYOUT) PABRIK TERHADAP 
TINGKAT PRODUKSI PRODUK BAKSO AYAM 


(Studi Kasus Pada Pabrik Bakso UD. Supra Dinasty Denpasar)

                  🍁  ABSTRACT🍁


This study aims to identify the actual condition of the UD. Supra Dynasty Denpasar in 
accordance with Good Manufacturing Practices (GMP) and redesigning the layout based on the 
results of the study as a recommendation. This study used a descriptive method, namely by 
providing objective explanation, comparison, and evaluation as a decision making authority. 
Data was collected through observation and interviews at the company. Data are collected, then 
the method of analysis From-To Chart is used to find the amount of raw materials that flow 
load (material flow) required in the production process in one day. Activity Relationship Chart 
(ARC) is used to get the layout planning based on the degree of linkage between space activities 
and existing facilities. All data have been collected was analyzed by using software Unequal 
Area Facility Layout Problems (UA-FLP) to facilitate the determination of optimum results. The 
Table of Productivity Cycle Time is used to determine the increase or decrease in productivity 
after relayout. The result showed that the new layout of the company could shorten the distance 
of material flow from 119,5 to 76,039 meters, and increasing the productivity was about 61,68%.
Keywords: Good Manufacturing Practice (GMP), relayout, productivity.

              🍁  PENDAHULUAN🍁


Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap 
individu masyarakat. Menurut Hariyadi (2008), dengan semakin meningkatnya status sosial dan 
pendidikan masyarakat akan mengakibatkan meningkatnya pula kesadaran masyarakat terhadap 
pentingnya mutu, gizi dan keamanan pangan dalam upaya menjaga kebugaran dan kesehatan 
masyarakat. 
UD. Supra Dinasty Denpasar adalah perusahaan yang didirikan untuk mengolah daging 
sapi, ayam dan ikan menjadi beberapa produk seperti bakso, sosis, scallop, nugget dan kaki naga. 
Penelitian ini hanya dikhususkan kepada produksi bakso ayam saja karena bakso ayam

Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI ISSN: 2503-488X, Vol. 3. No. 2. Juni 2015 (80-91)
81
merupakan produksi terbanyak di perusahaan. Berdasarkan survei awal, UD. Supra Dinasty 
memiliki masalah yang berkaitan dengan sistem proses produksi, seperti halnya bangunan, 
karyawan, serta banyak perpotongan (intersection) dari lintas yang ada menyebabkan kemacetan 
dan memperbesar kemungkinan kontaminasi silang. Saat ini UD. Supra Dinasty masih merasa 
produksi belum optimal sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan tingkat 
produksi.
Menurut Apple (1990), tata letak fasilitas pada proses produksi menentukan kualitas 
produk. Tata letak pabrik atau tata letak fasilitas merupakan cara pengaturan fasilitas-fasilitas 
pabrik untuk menunjang kelancaran proses produksi. Dengan perancangan fasilitas yang tepat 
maka penanganan bahan dan perpindahan barang dapat berjalan efisien. Pada perusahaan 
makanan, perancangan fasilitas produksi sangant penting mengingat bahan baku yang digunakan 
adalah bahan yang mudah terkontaminasi sehingga perlu penanganan dan pengawasan bahan 
baku yang lebih higienis.
Penelitian Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Pabrik dengan 
menggunakan Software Unequal-Area Facility Layout Problem (UA-FLP) telah dilakukan oleh 
Nugroho (2012), yang mampu menyelesaikan masalah dengan mendapatkan tata letak baru 
dengan hasil memiliki jarak tempuh material lebih pendek dari tata letak sebelum tata letak ulang 
di CV. Massitoh Catering Services.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual tata letak perusahaan 
sesuai dengan GMP dan merancang ulang tata letak UD. Supra Dinasty Denpasar sehingga dapat 
meningkatkan produktivitas produksinya.
Rumusan Masalah

1. Apakah perusahaan UD. Supra Dinasty Denpasar sudah melaksanakan GMP pada 
tata letak fasilitas?

2. Apakah perancangan ulang tata letak dapat meningkatkan produktifitas perusahaan?

                 🍁Tujuan Penelitian🍁

1. Untuk Mengetahui kondisi aktual tata letak perusahaan sesuai dengan GMP.

2. Meningkatkan produktifitas produksi UD. Supra Dinasty Denpasar dengan 
rancangan ulang tata letak fasilitas usulan/baru.


Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI ISSN: 2503-488X, Vol. 3. No. 2. Juni 2015 (80-91)
82

            🍁Manfaat Penelitian🍁

1. Memberikan informasi kepada perusahaan kondisi tata letak perusahaan saat ini
sesuai GMP.

2. Memberikan rekomendasi rancangan ulang tata letak untuk mencapai peningkatan
produktifitas.


METODE PENELITIAN
Identifikasi Masalah
Tahap identifikasi masalah terdiri dari empat langkah yaitu menyusun latar belakang
masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta studi literatur.
Pengumpulan Data
Mengumpulkan data-data dari wawancara dengan manejer/pemilik perusahan, keterangan
karyawan, maupun dari referensi perusahaan, buku-buku dan dari observasi peneliti. Data-data
yang diperoleh antara lain : GAP analisis (analisis kesenjangan) menggunakan suatu instrument
yaitu Instrument PAS 220 Checklist, mengetahui Layout awal, menentukan jumlah dan urutan
produksi, menghitung luas lantai yang tersedia, mengukur ukuran mesin produksi.

Pengolahan Data

Pengolahan yang dilakukan adalah sebagai berikut 

1. Penentuan Jarak Antar Fasilitas Produksi Pada Layout Awal.

2. Perancangan Layout. Langkah-langkah yang ditempuh dalam perancangan layout usulan
adalah sebagai berikut: analisis aliran material, membuat Activity Relationship Chart
(ARC), menghitung luas area yang dibutuhkan, perancangan layout dengan program UA-
FLP, perhitungan ukuran jarak/panjang lintasan perpindahan material pada layout
baru/usulan.

3. Produktivitas. Pengukuran Produktivitas karyawan di UD. Supra Dinasty Denpasar ini
adalah berdasarkan waktu kerja karyawan dibandingkan dengan waktu siklus produksi di
perusahaan dengan tata letak pabrik yang lama dengan tata letak pabrik yang baru.

Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI ISSN: 2503-488X, Vol. 3. No. 2. Juni 2015 (80-91)
83
Hasil Rancangan Usulan Tata Letak Pabrik
Hasil rancangan usulan tata letak baru terpilih yang diperoleh dari informasi-informasi
sebelumnya diantaranya penentuan kebutuhan ruangan, pembuatan Activity Relationship
Chart (ARC), dan dari hasil perhitungan program UA-FLP, menyatakan bahwa jarak
perpindahan material layout usulan/baru lebih pendek dari layout lama sehingga dapat
digunakan perusahaan sebagai pertimbangan jika ingin melakukan relayout.

        🍁HASIL DAN PEMBAHASAN🍁

Gap Analisis Good Maufacturing Practice (GMP)
Berdasarkan penelitian dengan menggunakan instrument PAS 220 Checklist, ada
beberapa yang hal yang berkaitan dengan tata letak fasilitas yang masih belum memenuhi
standar, yaitu diantaranya : 
(1) Persimpangan antara dinding dan lantai tidak mudah dibersihkan,

(2) Lantainya tidak tertutup rapat dan tidak mudah dikeringkan pada proses basah,

 (3) Saluran air
tidak tertutup, 

(4) Jendela, ventilasi dan hama tidak terkontrol dan 

(5) Pintu luar terbuka saat
tidak digunakan. Pada bagian pergudangan juga ditemukan beberapa bagian yang belum
memenuhi standar yaitu belum melakukan pemeriksaan suhu dan kelembaban, sedangkan system
rotasi persediaan sudah menjalankan FIFO (First In First Out).
Tata Letak Awal Perusahaan UD. Supra Dinasty Denpasar
UD. Supra Dinasty Denpasar dibangun di atas tanah seluas 900 m2
, dengan bangunan
utama seluas 288 m2
, gudang dengan luas 48 m2
, sisanya adalah untuk bangunan mess karyawan
yang tinggal di wilayah pabrik dan untuk areal parkir. UD. Supra Dinasty Denpasar terbagi
beberapa stasiun kerja yaitu : Ruang penerimaan, gudang kering, cold storage I, area proses,
dapur, ruang penirisan dan pengemasan awal, cold storage II dan ruang pengemasan akhir.
Luas Lantai
Di dalam area produksi UD. Supra Dinasty luas lantai yang ada berdasarkan pengamatan
di lokasi dapat dilihat pada Tabel 1.



Jurnal REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI ISSN: 2503-488X, Vol. 3. No. 2. Juni 2015 (80-91)
88

Dari perhitungan tersebut bisa dijelaskan bahwa jarak material flow pada UD. Supra 
Dinasty Denpasar dengan layout yang baru berubah dari 119,5 meter menjadi 62,2 meter 
sehingga terjadi pengurangan jarak awal sejauh 57,3 meter. Pada hasil ini dapat disimpulkan 
perancangan ulang dengan menggunakan pemodelan UA-FLP dapat mengurangi jarak tempuh 
material.
Produktivitas.

Pengukuran Produktivitas karyawan di UD. Supra Dinasty Denpasar ini adalah 
berdasarkan waktu kerja karyawan dibandingkan dengan waktu siklus produksi di perusahaan 
dengan tata letak pabrik yang lama dengan tata letak pabrik yang baru. Waktu siklus pada proses 
produksi dengan tata letak lama adalah sebesar 2,1 menit, sedangkan dengan tata letak baru 
waktu siklus produksi menjadi 1,3 menit, sehingga setelah dilakukan perhitungan, kenaikan 
produktivitas yang ditunjukkan adalah sebesar 61,68 %. Peningkatan Produktivitas terjadi karena 
waktu siklus produksi menjadi lebih singkat dari tata letak lama dibandingkan dengan tata letak 
baru.


      🍁  KESIMPULAN DAN SARAN🍁


Berdasarkan pengkajian UD. Supra Dinasty Denpasar tentang tata letak dan produktifitas, 
maka kesimpuan yang diperoleh sebagai berikut :
1. Berdasarkan analisis GMP, masih ditemukan beberapa hal berkaitan dengan tata letak fasilitas 
yang belum memenuhi standar yaitu : 

(1) Persimpangan antara dinding dan lantai tidak mudah 
dibersihkan, 
(2) Lantainya tidak tertutup rapat dan tidak mudah dikeringkan pada proses 
basah, 
(3) Saluran air tidak tertutup,
 (4) Jendela, ventilasi dan hama tidak terkontrol dan
 (5) Pintu luar terbuka saat tidak digunakan. Pada bagian pergudangan juga ditemukan bagian 
yang belum memenuhi standar yaitu 

belum melakukan pemeriksaan suhu dan kelembaban, 
sedangkan sistem rotasi persediaan sudah menjalankan First In First Out.

2. Rancangan ulang tata letak fasilitas produksi UD. Supra Dinasty Denpasar dapat 
meningkatkan produktivitas, dengan peningkatan 61,68 %. Hal ini dikarenakan jarak material 
flow pada UD. Supra Dinasty Denpasar dengan layout yang baru berubah dari 119,5 meter 
menjadi 62,177 meter sehingga terjadi pengurangan jarak sejauh 57,323 meter.
Saran
1. Perlu dilakukan perbaikan pada beberapa bagian tata letak fasilitas agar memenuhi standar 
GMN

               🍁DAFTAR PUSTAKA🍁

Apple, J. M. 1990. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Barang. Edisi Tiga. Penerbit Institut 
Teknologi Bandung. Bandung
Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Keempat, Penerbit Fakultas 
Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Eko, S. R., 2010. Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi di CV. Dimas, Rotan Gatak 
Sukoharjo. Skripsi (Tidak dipublikasikan): Program Studi Teknik Industri Fakultas, 
Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta, Surakarta.
Haryadi. 2008. Teknologi Pengolahan Beras. Gadjah Mada University Press.
Heizer, J. dan B. Render. 2006. Manajemen Operasi, Edisi Ketujuh. Salemba Empat, Jakarta.
Hidayat, M. S. 2010. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-
IND/PER/7/2010, Tentang Pedoman Cara Produksi Pangan yang Baik (Good 
Manufacturing Practice), http://sertifikasibbia.com/upload/cppob.pdf, (diakses 14 Maret 
2012).
Komarudin. 2010. Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan 
Tata Letak Fasilitas, https://staff.blog.ui.ac.id/komarudin 74/files/2010/09/Manual-
Penggunaan-Algoritma-Evolusi-Diferensial-untuk-mengoptimasikan-Layout-
Fasilitas.pdf, (diakses 7 september 2013).
Machfud dan Y. Agung, 1990. Perancangan Tata Letak pada Industri Pangan. PAU
Pangan dan Gixi IPB, Bogor. 
Muther, R. 1955. Practical Plan Layout. New York. McGraw Hill
Nugroho, A. O., 2012. Analisis Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Pabrik Lama di 
CV. Masitoh Catering Service, Skripsi (Tidak dipublikasikan): Program Sarjana Alih 
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Pragana, A. 2010. Good Manufacturing Practice of Industry, 
http://anandagagan.blogspot.com/2010/03/good-manufacturing-practices-gmp-of.html, 
(diakses 3 Juni 2013).
Purnomo, H. 2004. Perencanaan dan Perancangan Fasilitas. Edisi ke-1. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Sitanggang, D. N. 2009. Perancangan Tata Letak Ulang Menggunakan Travel Chart Pada Bagian 
Produksi Di PT. Cahaya Kawi Ultra Polyntraco, Skripsi (Tidak dipublikasikan): 
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, Medan.




                      🍁Selesai🍁

Komentar