UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2020/2021 KAMPUS MILENIAL ITBI
Nama : Nirwani Zega
Tempat/tgl: lolomoyo 23 Oktober 1999
Mata kuliah: teknik industri
Kelas : Pagi
Jurusan : Teknik industri
Soal:
1.Sebutkan dan jelaskan paling tidak 3 perbedaan antara ranah engineering dan science?
Jawaban:
Scientist itu mempelajari tentang alam/dunia sekitar kita, dan berusaha untuk menemukan/merumuskan fenomena alam/dunia sekitar kita tersebut, sehingga fenomena alam/dunia sekitar kita menjadi lebih predictable
Engineers itu menciptakan atau membangun sesuatu yang baru, sehingga lebih memberikan manfaat
2.tugas pokok seorang insinyur teknik industri
1. Menciptakan budaya teknologi dan memeihara etika profesi agar para insinyur selalu menjaga integritas dan akuntabilitas publiknya
2. Membina dan mengembangkan kerjasama dengan lembaga legilasi, pemerintah perguruan tinggi, lembaga riset industri, dan dunia usaha, mengenai hal yang di butuhkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembinaan profesi keinsiyuran
3. Membina dan mengembangkan kerjasama dengan asosiasi keinsinyuran dalam negeri maupun negara lain baik secarabilateral maupun multilateral
4. Membina dan mengembangkan kemampuan/kompetensi pofesional para insinyur secara terus menerus agar senantiasa sesai dengan prinsip dan standar kerja profesional yang berlaku secara internasional
5. Memprjuangkan aspirasi dan melindungi keentingan para ins inyur agar hak dan kewajiban profesionalnya dapat terpenuhi dalam rangka berperan serta aktif dalam pembangunan nasional.
3.peranan profesi insinyur
Insinyur adalah orang yang berprofesi dalam bidang keteknikan, dengan kata lain insinyur adalah orang-orang yang menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menyelesaikan masalah praktis menggunakan teknologi di indonesia dahulu istilah ini digunakan sebagai gelar akademik seorang sarjana di bidang keteknikan yang lulus dari perguruan tinggi (tidak tertutup digunakan oleh lulusan perguruan tinggi pada bidang pertanian, kehutanan, perikanan, bahkan kadang digunakan oleh bidang sains terapan, dll). Namun setelah muncul gelar akademik Sarjana Teknik (S.T.), gelar Insinyur (Ir.) tidak lagi digunakan oleh perguruan tinggi sebagai gelar akademik melainkan sebagai gelar profesi. Gelar Insinyur (Ir.) dinaikkan statusnya menjadi gelar profesi sebagaimana gelar profeksi dokter (dr.), dokter gigi (drg.), bidan (Bd.) ners (Ns.), apoteker (Apt.), dan akuntan (Akt.).
Dengan kata lain, saat ini tidak semua lulusan perguruan tinggi yang bergelar ST langsung berhak disebut sebagai Insinyur. Profesi Insinyur diatur oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran menyebutkan bahwa insinyur adalah seseorang yang mempunyai gelar profesi di bidang keinsinyuran. Untuk memperoleh gelar profesi Insinyur, seseorang harus lulus dari Program Profesi Insinyur. Syarat untuk dapat mengikuti Program Profesi Insinyur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
A. Sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik, baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan; atau
B. Sarjana pendidikan bidang teknik atau sarjana bidang sains yang disetarakan dengan sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik melalui program penyetaraan.
Persatuan Insinyur Indonesia, yang disingkat PII, adalah organisasi wadah berhimpun Insinyur yang melaksanakan penyelenggaraan Keinsinyuran di Indonesia. Gelar profesi Insinyur (disingkat Ir.) diberikan oleh perguruan tinggi penyelenggara Program Profesi Insinyur yang bekerja sama dengan kementerian terkait dan PII. Hampir semua program pendidikan insinyur (engineering) berkonsentrasi pada disiplin teknik spesifik beserta pelajaran matematika dan sains. Beberapa program juga menyertakan ilmu ekonomi, ilmu sosial kemanusiaan, dan lain-lain.
Seorang insinyur dapat bekerja dalam hal desain dan pengembangan, pengujian, proses produksi, atau perawatan. Insinyur yang bekerja di pabrik, memiliki peran mengawasi proses produksi, menentukan penyebab kerusakan alat, dan menguji produk untuk menjaga kualitas. Selain itu, seorang insinyur juga memperkirakan waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek. Dalam bidang penjualan, seseorang dengan latar belakang insinyur bertugas membantu perencanaan, instalasi, dan penggunaan produk. Dalam pekerjaannya, insinyur menggunakan komputer secara ekstensif. Komputer digunakan untuk merancang dan menganalisa desain, simulasi dan pengujian kerja mesin, struktur, atau sistem. Insinyur juga menggunakan komputer untuk memantau kualitas produk dan menjaga efisiensi proses.
4.Jelaskan apakah peran and fungsi informasi itu bagi seorang insinyur Teknik Industri ?Untuk mempermudah dalam insiyur teknik industri untuk mengambil keputusan karena informasi itu sangat dibutuhkan
Seiring dengan berkembangnya iklim bisnis yang semakin bebas, perusahaan dituntut untuk mempertajam strategi bisnisnya agar dapat bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. Strategi yang tepat adalah dengan menghasilkan produk yang dapat memberikan nilai tambah baik dari segi manfaat maupun dari segi kualitas. Untuk itu, diharapkan para insinyur industri dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan produk dan rekayasa produk biasa dengan melakukan inovasi serta memodifikasi produk yang sudah ada saat ini.
Contoh kasus yang diambil yaitu perusahaan Magnavox's yang memproduksi baterai oksida merkuri. Perusahaan ini memulai bekerja untuk mengembangkan produk baterai sekitar dua belas tahun yang lalu. Para insinyur berpendapat bahwa sesuatu yang begitu sederhana seperti baterai ini hanya perlu kompetitif, namun dari tim rakayasa desain tidak mau mendengarkan evaluasi usulan meraka. Ini menimbulkan indikasi permasalahan antara dua kelompok yang beraklibat saling mendorong toleransi lebih antara dua kelompok dan apresiasi terhadap masing-masing yang ada di dua departemen.
Hambatan paling besar yang berpengaruh dalam pengembangan produk baru adalah dari segi biaya. Sering kali estimasi biaya ketika membuat produk baru atau modifikasi produk lama yang dimasukkan ke dalam proses produksi, para insinyur industri lebih menekankan toleransi dari segi listrik, mekanik, dan kimia. Sedangkan, tim insinyur desain rekayasa biasanya berdiri menepuk dan menolak untuk bergerak, tapi dilihat sisi baiknya hanya bisa menambah probabilitas dan possibilities. Untuk solusi jawaban spesifik pemecahan masalah dalam setiap perusahaan adalah mustahil. karena setiap perusahaan berbeda-beda menyajikan serangkaian masalah sehingga membutuhkan solusi khusus.
Solusi yang bisa dipilih untuk permasalahan ini yang pertama adalah bagaimana cara untuk mengamankan jasa insinyur industri, dengan cara mengintegrasikan teknik industri ke dalam produk atau desain teknik adalah menempatkan insinyur industri di tim proyek. untuk memperoleh manfaat maksimal dari prosedur ini. Daripada mempekerjakan orang dari luar tidak akan cukup membantu, dengan alasan sederhana bahwa tidak tahu permasalahan perusahaan dan tidak memiliki hubungan baik dengan departemen teknik industri yang ada. Cara lain adalah memiliki chief engineer Industri yang menetapkan insinyur industri sebagai dasar tim proyek kunci dalam desain dan rekayasa pengembangan, baik dalam waktu penuh atau paruh waktu.
Ada kecenderungan perluasan untuk memperkenalkan insinyur industri baik ke labroratorium penelitian dan pengembangan serta dalam rekayasa produk. Perusahaan yang mengambil langkah ini telah menemukan diri mereka sangat senang dengan situasi dan puas untuk mengambil langkah ini. Maka kesimpulan yang bisa saya ambil dengan ingin memasukkan rencana lebih lanjut untuk memahami lebih lanjut antara karakteristik dari tim insinyur desain dan insinyur industri. Sehingga ditemukan masalah serius yang menjadi penghalang dalam pengembangan produk, tetapi jika dapat dipecahkan masalahnya maka hasil nantinya akan memberikan keuntungan antara kedua belah pihak dan perusahaan tentunya.
5.jawaban
Operation Process Chart adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material, mulai dari bahan baku (material) hingga menjadi komponen atau produk jadi.
OPC memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut:
waktu yang dihabiskan, material yang digunakan, dan tempat atau mesin yang dipakai untuk memproses material. Jadi, dalam suatu Operation Process Chart yang dicatat hanyalah kegiatan-kegiatan operasi dan pemeriksaan, terkadang pada akhir operasi dicantumkan kegiatan penyimpanan.
Manfaat OPC
1. Untuk mengetahui kebutuhan mesin dan penganggarannya,
2. Untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku,
3. Salah satu alat untuk menentukan tataletak pabrik,
4. Salah satu alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang berlaku, dan
5. Sebagai alat untuk latihan kerja.
Prinsip-prinsip Penyusunan OPC
1. Pada baris paling atas terdapat kepala peta “Operation Process Chart”, dan identifikasi lain: nama objek yang dipetakan, nama pembuat peta, tanggal dipetakan, cara lama atau cara sekarang, nomor peta, dan nomor gambar.
2. Material yang akan diproses diletakkan di atas garis horizontal, untuk menunjukkan bahwa material tersebut masuk ke dalam proses.
3. Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertikal, yang menunjukkan terjadinya perubahan proses.
4. Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan, sesuai dengan urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut, atau sesuai dengan proses yang terjadi.
5. Penomoran terhadap suatu kegiatan inspeksi diberikan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi.
6. Pada bagian bawah OPC dibuat ringkasan yang memuat informasi: jumlah operasi, jumlah inspeksi, serta jumlah waktu yang diperlukan.
Secara sketsa, prinsip-prinsip pembuatan OPC dapat dilihat pada Gambar 5. Berikut ini
penjelasan untuk tiap proses operasi yang digunakan pada OPC.
6. jawaban:
Perbedaan OPC dengan FPC
Operation Process Chart
OPC (Operation Process Chart) adalah diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses pengerjaan material, mulai dari bahan baku(material) hingga menjadi komponen atau produk jadi.
fungsi OPC bagi insinyur:
1. Untuk mengetahui kebutuhan mesin dan penganggrannya
2. Agar bias memperkirakan kebutuhan bahan baku
3. Alat untuk menentukan tata letak pabrik
4. Alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang berlaku
perbedaan OPC dan FLOW Process Chart :
1. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas-aktivitas dasar termasuk transportasi, menunggu dan penyimpanan. Sedangkan peta proses terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja
2. Peta aliran proses menganalisa setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibandingkan peta proses operasi
3. Peta aliran proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan
4. Peta aliran proses hanya menggambarkan dan digunakan untuk menganalisa salah satu komponen dari produk yang dirakit
7.jawaban:
WAKTU STANDAR KERJA DAN CARA MEMBUATNYA DALAM MANUFAKTUR
Dalam penerapan lean Manufacturing, standar waktu adalah manajemen operasi waktu dibutuhkan operator saat menyelesaikan pekerjaan dengan mengikuti metode kerja yang telah ditetapkan (standar).
Secara definisi waktu strandar kerja merupakan cara paling efisien untuk menghasilkan suatu produk pada keseimbangan aliran (balance) untuk mencapai tingkat keluaran yang diinginkan dalam proses produksi manufaktur.
8.PERANCANGAN PERALATAN SECARA ERGONOMI
UNTUK MEMINIMALKAN KELELAHAN DI PABRIK
KERUPUK
Meri Andriani1*, Subhan
2
1,2Teknik Industri, Universitas Samudra, Langsa,
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Aceh
*
E-mail : meri_zulham@yahoo.com.
ABSTRAK
Perancangan yang baik dapat dihasilkan dengan mengenal sifat-sifat, keterbatasan, serta
kemampuan yang dimiliki manusia. Manusia berperan sentral dalam aktivitasnya yaitu sebagai
perencana, perancang, pelaksana, dan pengevaluasian dalam setiap aktivitas (kerja), dan manusia
sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan
yang bersifat manual. Penelitian dilakukan pada pabrik kerupuk yang berada di Medan. Penelitian
bertujuan mengadakan publikasi ilmiah berupa jurnal atau seminar nasional, juga bertujuan untuk
mendapatkan stasiun kerja yang ergonomis melalui perancangan peralatan meja dan kursi.
Perancangan dilakukan untuk mendapatkan waktu kerja yang optimal dalam bekerja sehingga dapat
meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian menggambarkan adanya stasiun kerja yang tidak
ergonomis sehingga operator bekerja dengan gerakan-gerakan tidak efektif dan postur kerja yang tidak
ergonomis. Beberapa hal yang akan dijadikan dasar dalam melakukan perancangan peralatan adalah
antropometri dan persentil sebagai dasar perancangan, metode RULA(Rapid Upper Limb Assesment)
sebagai dasar menganalisa postur kerja operator, waktu siklus untuk menentukan waktu baku dan
output standar, simulasi untuk membandingkan postur kerja yang aktual dengan postur kerja yang
ergonomis. Hasil penelitian aktual terdapat lima gerakan therblig yakni mencari, menjangkau,
memegang, membawa dan melepaskan. Waktu standar yang diperlukan sebesar 4,89 menit, sementara
postur kerja yang didapat dengan level 7 dan 6 dengan kategori tindakan dalam waktu dekat. Hasil
penelitian setelah dilakukan perancangan peralatan dengan waktu standart sebesar 0,98 menit dan
postur kerja yang didapat kebanyakan pada level 1 dengan kategori aman. Kesimpulan dari penelitian
bahwa perlu adanya perancangan peralatan secara ergonomis
9.
Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu Lain
Disiplin Teknik Industri tidak dapat dipisahkan dengan disiplin ilmu lain. Konsep teknik industri yang bertujuan mendapatkan efisiensi kerja dalam segala bidang pekerjaan telah nyata membutuhkan bantuan disiplin ilmu lain. Sebaliknya, aplikasi disiplin teknik industri itu sendiri meluas ke sagala bidang kehidupan tidak hanya diaplikasikan khusus pada industri saja, melainkan semua operasi yang ada pada pemerintahan, perdagangan, jasa pelayanan, dan juga kemiliteran.
Teknik mesin merupakan disiplin ilmu yang menjadi embrio berdirinya Teknik Industri yang terkait erat dengan ilmu lain seperti mekanika, psikologi, ilmu komputer, manajemen, statistik, riset operasional dan ilmu-ilmu sosial.
Hubungan disiplin Teknik Industri dengan disiplin Ilmu lain
Integrasi bidang ilmu yang terkait erat untuk perekayasaan sistem dikenal dengan bidang ilmu industrial and system engineering.Industrial and system engineering akan merancang sistem pada dua level, yaitu level pertama level sistem aktivitas manusia dan ditekankan pada tempat kerja fisik yang mana terjadi aktivitas manusia. Dan level kedua disebut sistem pengawasan manajemen dan ditekankan pada prosedur, perencanaan, pengukuran, pengawasan untuk semua aktivitas dalam organisasi.
Disiplin teknik industri ditujukan untuk memecahkan masalah di sektor industri (semua organisasi usaha meliputi produksi barang / manufaktur maupun jasa) dan non-industri. Singkatnya pendekatan teknik industri tepat diterapkan untuk pengambilan keputusan dalam analisa manajemen dengan melihat suatu problem sebagai bagian dari sistem yang integral (konsep pendekaran sistem).
Komentar
Posting Komentar