tugas mandiri 4 Teknik industri kampus itbi milenial Medan

Nama           : Nirwani zega
Jurusan       : teknik industri
Kelas           : Malam

1. Carilah paper/jurnal tentang rantai pasok,review jurnal tersebut (latar belakang,tujuan, manfaat,metode, kesimpulan)

Analisis Rantai Pasokan (supply chain) kubis di kelurahan rurukan 

                           🍁 ABSTRAK 🍁

Kubis atau kol adalah tanaman dua tahunan hijau atau ungu berdaun, di tanam sebagai tanaman tahunan untuk sayuran. Iklim d kelurahan rurukan sangat cocok dengan tanaman kubis ini, rantai pasokan kubis merupakan salah satu sistem yang memiliki pengaturan yang berkataitan dengan aliran produk,,aliran informasi, serta aliran keuangan. Sistem rantai pasok yg efesien dapat memenuhi kebutuhan sayur kubis di pasaran.

                          🍁TUJUAN 🍁

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai pasok sayur kubis di kelurahan rurukan dari petani hingga ke konsumen. Metode penelitian ini merupakan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem rantai pasok di kelurahan rurukan sudah sangat baik di lihat dari segi informasi, serta keuntungan yang di dapat petani, produk atau hasil panen yang di jual oleh para petani berupa sayur kubis yang segar, hubungan dari petani-pengepul-pengecer-konsumen terlihat sangat baik dilihat dari informasi serta keterlibatan oleh semua pihak dalam rantai pasok sayur kubis.


                    🍁LATAR BELAKANG 🍁

Perkembangan penduduk Indonesia yang terus mengalami peningkatan berpengaruh pada peningkatan akan kebutuhan sayuran bagi masyarakat. Namun sayangnya petani Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan sayuran tersebut baik secara kuantitas maupun kualitas. Sayuran Merupakan hasil pertanian yang mempunyai daya tahan yang lebih rendah dibandingkan dengan yang lainnya karena sayuran sifatnya lebih cepat membusuk. Sehingga untuk pemenuhan kebutuhan tersebut harus mendatangkan dari negara lain melalui kebijakan impor hasil hasil pertanian.

          Kebutuhan masyarakat terhadap sayuran akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan daya belinya. Sayuran hampir tidak dapat dilepaskan dari berbagai hidangan kuliner yg ada di Indonesia. Dengan semakin  berkembangnya industri makanan jadi maka akan terkait pula peningkatan kebutuhan terhadap sayuran yang berperan sebagai salah satu bahan pembantunya.

            Konsep supply chain management merupakan konsep baru yang melihat seluruh aktivitas perusahaan adalah bagian terintegrasi. Dalam hal ini integrasi perusahaan pada bagian hulu ( upstream) dalam menyediakan bahan baku dan integrasi pada bagian hilir (downstream) dalam proses distribusi dan pemasaran produk.

             Kubis atau kol adalah tanaman tahunan hijau atau berdaun ungu, di tanam sebagai tanaman tahunan untuk mendapat kepala daunnya padat. Kubis ini merupakan komoditi semusim. Secara biologi, tumbuhan ini adalah dwimusim dan memerlukan vernalisasi untuk pembungaan. 

           Kelurahan rurukan merupakan suatu tempat dengan iklim yang sangat cocok untuk menanam sayuran ,selain iklim yang sangat cocok dengan sayur lokasi atau tempat yang strategis juga menguntungkan bagi para petani di kelurahan rurukan ,dimana lokasi pertanian mereka dekat dengan pasar.

         Berdasarkan data yang di peroleh dari bahan pusat statistik kecamatan rurukan dalam angka pada tahun 2015 dapat di ketahui bahwa jumlah produksi kubis bersifat fluktuatif. Pada bulan Januari sampai Juni kubis mengalami kenaikan produksi sebesar 4,00 ton - 60,00 ton dan pada bulan Juli sampai Desember terjadi proses penerusan produksi kubis 18,00 ton - 11,76 ton.

        Harga kubis yang fluktuatif ini diakibatkan oleh pengaturan sistem rantai pasokan yang tidak efesien. Efesiennya sistem rantai pasokan dapat tercapai jika pengawasan atau perawatan pada proses penanaman kubis. Penanaman kubis sangat perlu pengawasan dan perawatan yang baik agar hasil panen yang dihasilkan akan maksimal dan pendistribusian boleh berjalan dengan baik.


                           🍁 MANFAAT 🍁
Masyarakat lebih mudah memperoleh hasil yang lebih baik,di karenakan kesuburan  kesegaran tanaman di kecamatan rurukan sangat subur,proses untuk mengecer sangat mudah.



                           🍁Metode🍁
Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif atau dikategorikan dalam metode kualitatif dengan menggunakan metode survei yaitu menggambarkan , menjelaskan dan menginterpretasikan suatu fenomena yang terjadi pada suatu objek dan data bersifat kualitatif,yaitu data yang digambarkan dengan kata atau kalimat menurut kategori untuk memperoleh suatu kesimpulan.


  
                      🍁 KESIMPULAN 🍁
Berdasarkan hasil pembahasan dan permasalahan dapat di tarik kesimpulan,yaitu:
1. Proses rantai pasok yang terjadi pada sayuran kubis di kelurahan rurukan cukup baik, karena adanya interaksi dan komunikasi informasi yang terjalin secara lengkap dan efesien antar pelaku yang terlibat dalam rantai pasok kubis tersebut . Petani mengumpulkan hasil pertanian kubis dan mereka menjual hasil panen mereka ke pemborong /pelanggan yang berasal dari kelurahan rurukan ataupun ada yang berasal dari luar kelurahan rurukan seperti Tondano. Pengepul atau pemborong dari pasar tradisional beriman Tomohon,pasar tradisional paslaten dan pasar tradisional paslaten Tondano sehingga mempermudah penjualan kubis karena letak lokasi pasar yang terjangkau,selain di jual ke pengepul untuk di antarkan ke pasar, ada juga petani yang mengantarkan langsung hasil panen ke pasar tradisional beriman kota Tomohon.
2. Sistem rantai pasok yang di jalankan oleh petani di kelurahan rurukan , dan dari hasil wawancara dengan narasumber (seorang petani kubis) menurut petani bahwa hasil dari penjualan kwe pengepul lebih menguntungkan dari pada hasil panen yang mereka harus bawa ke pasar, dikarenakan hasil dari penjualan ke pengepul langsung didapat beda halnya dengan hasil dari penjualan ke pasar yang lambat karena harus menunggu semuanya laku terjual. Kebanyakan pengepul atau pemborong kubis memborong per lahan kubis dari petani.


                           🍁SELESAI🍁








Komentar